Menurut dia, kemasan daging kurban menggunakan besek terbuat dari bambu agar ramah lingkungan.
“Karena ini sesuai dengan instruksi gubernur DKI Jakarta agar mengurangi sampah plastik. Sehingga kemasannya tidak menggunakan plastik yang jika sudah dibuang sampahnya sulit terurai”.
Sementara, warga RT 05/04, Pinang Ranti, Sardiman, 58, poter penerima daging kurban mengaku sangat senang. Karena ini baru pertama kalinya sejak ia menjadi poter tahun 1992 di terminal ini. Sebagai tenaga kuli panggul ia merasa diperhatikan oleh kepala terminal. Sehingga bisa menikmati daging kurban seperti masyarakat lainnya.
“Pastinya sangat senang dan daging kurban ini dibawa pulang untuk di makan dirumah bersama keluarga,” tutup Sardiman. (Joesvicar Iqbal)
