“Evaluasi yang kami lakukan hari ini harus menjadi momentum perbaikan menyeluruh. PBSI harus memperkuat fondasi pembinaan dari hulu, karena masa depan bulutangkis Indonesia dimulai dari daerah. Pengprov bukan sekadar struktur organisasi, tetapi merupakan garda terdepan dalam menjaring, membina, dan menyiapkan talenta terbaik bangsa,” ujar Fadil Imran.
Menurut Fadil, keberhasilan Indonesia mempertahankan posisi sebagai kekuatan utama bulutangkis dunia sangat ditentukan oleh kualitas sistem pembinaan berjenjang yang dimulai dari Pengprov, klub, hingga pelatnas nasional.
“Ke depan, kita tidak boleh hanya berorientasi pada hasil jangka pendek. Kita harus membangun ekosistem prestasi yang kuat, terukur, dan berkelanjutan. Pengprov harus menjadi bagian penting dari talent pipeline nasional menuju Asian Games, Kejuaraan Dunia, hingga Olimpiade 2028,” lanjutnya.
Pelantikan terpusat ini juga menjadi langkah strategis untuk memastikan efektivitas birokrasi, efisiensi anggaran, serta keselarasan program kerja nasional dan daerah agar pembinaan atlet dapat berjalan lebih profesional, terintegrasi, dan berbasis target prestasi.
