“Pelaku memanfaatkan fitur dalam aplikasi untuk menarik perhatian pengguna, kemudian mengarahkan mereka secara terselubung ke aktivitas perjudian online yang telah disiapkan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (2/5).
Dalam praktiknya, para host yang terlibat dalam jaringan ini dijanjikan bayaran tinggi dalam waktu singkat. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi mereka untuk bergabung.
Seorang host bisa memperoleh hingga 1.500 dolar AS atau sekitar Rp 25 juta hanya dalam kurun waktu kurang dari satu minggu. Angka tersebut jauh di atas rata-rata penghasilan pekerjaan formal.
Meski demikian, keuntungan yang diperoleh para host masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan bandar utama di balik jaringan tersebut.
Nurul menjelaskan, dari hasil pengungkapan, perputaran uang dalam bisnis ilegal ini mencapai angka fantastis. Dalam satu bulan, omzet yang dihasilkan bisa menembus Rp 5 miliar.
“Omzet bandar per bulan bisa mencapai Rp 5 miliar, sedangkan host memperoleh puluhan juta rupiah dalam beberapa hari saja,” kata Nurul.
