“Presiden sedang menghitung bagaimana yang terbaik penghematannya tanpa mengganggu efektivitas program itu sendiri dalam hal memberi makan murid-murid sekolah. Yang penting itu,” jelasnya.
Di sisi lain, realisasi belanja negara hingga 30 April 2026 tumbuh signifikan 34,3 persen menjadi Rp1.082,8 triliun, atau setara 28,2 persen dari target APBN Rp3.842,7 triliun.
Belanja pemerintah pusat naik 51,1 persen menjadi Rp826 triliun. Secara rinci, belanja kementerian/lembaga (K/L) tumbuh 57,9 persen (Rp400,5 triliun), sementara belanja non-K/L meningkat 45,2 persen (Rp425,5 triliun).
Pendapatan negara tercatat tumbuh 13,3 persen menjadi Rp918,4 triliun. Defisit APBN hingga akhir April berada di level 0,64 persen terhadap PDB atau senilai Rp164,4 triliun. (far)
