Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjalankan program TJSL. Lebih lanjut, pemilihan Sabang sebagai lokasi konservasi tahun ini bersifat strategis, mengingat peran terumbu karang sebagai fondasi utama ekowisata di wilayah Aceh yang terus bangkit pascatsunami dan tantangan bencana alam.

“Langkah konservasi seperti ini relevan dalam menjaga daya dukung lingkungan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah. Dengan demikian, upaya ini tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Dhanny.
Selain aspek rehabilitasi lingkungan, BRI juga fokus pada aspek edukasi bagi masyarakat lokal. Pada kesempatan yang sama, BRI turut menyerahkan bantuan alat selam berupa masker selam kepada warga setempat. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong literasi bahari sebagai langkah awal untuk memperkuat pemahaman sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kekayaan bawah laut mereka sendiri.
