Son pun ingin memberikan kebanggaan bagi komunitas Korea Selatan yang besar di Los Angeles. Dukungan luar biasa dari masyarakat Korea di sana menjadi motivasi tambahan baginya untuk tampil maksimal bersama tim nasional.
Menurut Son, Korea Selatan harus tampil jauh lebih solid jika ingin melangkah lebih jauh dibanding pencapaian di 2022 FIFA World Cup, ketika mereka berhasil mencapai babak 16 besar. Ia menilai kekompakan pemain, staf, dan dukungan suporter akan menjadi kunci utama.
“Ini mungkin menjadi Piala Dunia terakhir saya. Karena itu saya ingin menjalani perjalanan yang luar biasa bersama tim,” katanya.
Son juga menegaskan dirinya tidak pernah merasa terbebani sebagai ikon sepak bola Korea Selatan di level internasional. Sebaliknya, ia merasa bersyukur dapat membawa kebahagiaan bagi masyarakat melalui sepak bola.
Ia turut mengenang 2014 FIFA World Cup sebagai salah satu titik penting dalam kariernya. Saat itu, Son menjadi salah satu pemain termuda Korea Selatan dan banyak belajar dari kerasnya persaingan di level tertinggi, termasuk ketika menelan kekalahan menyakitkan dari Aljazair meski berhasil mencetak gol pertamanya di ajang Piala Dunia. (bam)
