Terakhir, kapal ini terdeteksi berada di lepas pantai Sri Lanka sebelum akhirnya memasuki Selat Lombok, Indonesia, dalam perjalanannya menuju utara.
Keberhasilan kapal ini menembus barikade laut menjadi tamparan bagi Washington. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengeklaim bahwa blokade di jalur vital seperti Selat Hormuz telah berjalan “sangat berhasil” dan sepenuhnya di bawah kendali militer AS.
Meski militer AS mengeklaim telah membelokkan paksa 41 kapal terkait Iran sejak blokade dimulai pada 13 April lalu, pihak Teheran justru membalas klaim tersebut.
Media pemerintah Iran menyebut sedikitnya 52 kapal mereka, termasuk puluhan tanker minyak, tetap mampu melintasi jalur blokade dalam waktu singkat.
Blokade ini merupakan bagian dari strategi tekanan ekonomi maksimum AS terhadap Iran. Target utamanya adalah melumpuhkan ekspor minyak Iran di Selat Hormuz, jalur yang selama ini mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. (far)
