Situasi tersebut membuat Bojan Hodak harus membangun ulang kekuatan tim dalam waktu singkat. Namun di tengah tekanan besar dan persaingan ketat, Persib justru mampu kembali keluar sebagai juara.
“Tahun terakhir ini benar-benar sulit bagi kami. Menghasilkan pencapaian seperti ini lagi di tengah ketatnya investasi besar dari kompetitor seperti Borneo FC dan Persija Jakarta adalah sesuatu yang fantastis. Saya sangat senang kami bisa mengumpulkan poin terbanyak dalam tiga tahun ini,” ujarnya.
Meski tak lagi menangani Persib musim depan, ia yakin Maung Bandung tetap mampu menghadapi tekanan besar sebagai tim juara bertahan.
“Tekanannya akan lebih besar. Ketika Anda menang tiga kali, semua orang pasti punya motivasi ekstra untuk mengalahkan Anda. Itu normal, tapi saya yakin klub ini mampu mengatasinya,” katanya. (far)
