“@dinsosdkijakarta segera ditindak lanjuti sebelum ada korban selanjutnya. Sangat sangat meresahkan masyarakat,” tulisnya.
Namun, sebagian netizen mempertanyakan dugaan bahwa pelaku merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
“Masa ODGJ bisa nyambung percakapannya yeeee awas giliran sudah ketangkap pura pura jadi ODGJ,” komentar akun @ti***.
Sementara akun lainnya menyoroti potensi lemahnya penegakan hukum jika pelaku benar disebut mengalami gangguan kejiwaan.
“Mbak nya kok gak bales sih? bisa sih harusnya di injek2.. kalo kayak gini kan bebas hukum,” tulis @nu***.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun manajemen transportasi terkait insiden tersebut. Kasus ini pun terus menjadi perhatian publik dan memunculkan tuntutan agar keamanan penumpang di transportasi umum lebih diperketat.(Vinolla)
