Program CKG komunitas GoTo ini telah berjalan sejak 2025. Hingga April 2026, sebanyak 1.141 peserta telah terlayani di Jakarta dan Palembang. Pada Mei 2026, program diperluas ke Bandung, Semarang, Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya dengan target 4.000 peserta.
Dalam peninjauan di Bandung, para mitra pengemudi mendapatkan layanan kesehatan komprehensif, mulai dari pemeriksaan fisik, tekanan darah, gula darah, profil lipid, hingga pemeriksaan mata, gigi, dan telinga. Peserta dengan faktor risiko tertentu juga mendapatkan layanan EKG, pemeriksaan SADANIS untuk perempuan, konsultasi dokter, serta pemberian obat untuk diabetes dan hipertensi.
Tindak lanjut hasil pemeriksaan dilakukan secara terintegrasi. Mitra yang memerlukan penanganan lebih lanjut dirujuk ke puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) sesuai kepesertaan BPJS Kesehatan. Peserta kategori hijau diberikan edukasi pola hidup sehat, sementara peserta kategori kuning dan merah langsung mendapatkan tindakan medis gratis.
Terkait dukungan perusahaan, VP Public Policy & Government Relation GoTo Group, Rangga D. Fadillah, menyatakan bahwa pihaknya memprioritaskan kesehatan mitra pengemudi karena mereka merupakan garda terdepan sekaligus kebanggaan ekosistem Gojek. Menurutnya, para mitra selama ini bekerja dengan penuh ikhtiar menghadapi segala cuaca dan kepadatan jalan demi keluarga, sehingga aspek kesehatan menjadi aset utama yang harus dijaga.
“Driver yang sehat adalah driver yang fokus. Dengan deteksi dini melalui CKG, kita meminimalkan risiko gangguan kesehatan mendadak saat mereka bertugas, yang secara langsung meningkatkan keselamatan baik bagi mitra, penumpang, maupun pengguna jalan lainnya”, tegas Rangga.
Kementerian Kesehatan menargetkan program Cek Kesehatan Gratis nasional dapat menjangkau 130 juta masyarakat Indonesia sepanjang 2026. (ahmad)
