Selain memberikan manfaat bagi sektor pertanian, dirinya juga menjelaskan bahwa Program P3TGAI juga memiliki dampak ekonomi yang luas karena dilaksanakan melalui mekanisme swakelola masyarakat. Dalam skema tersebut, kelompok P3A menjadi pelaku utama pembangunan sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan roda perekonomian desa.
“Pelibatan tenaga kerja lokal dan penggunaan sumber daya setempat akan memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat. Karena itu saya mengajak seluruh kelompok P3A menjaga kualitas pekerjaan dan memegang teguh integritas dalam pelaksanaan program,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sari juga memaparkan capaian perjuangannya dalam menghadirkan berbagai program pembangunan untuk masyarakat Lombok.
Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah Program P3TGAI yang berhasil diperjuangkan pada tahun 2026 meningkat drastis menjadi 137 titik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 19 titik.
“Terjadi peningkatan sekitar 610 persen. Ini menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat Lombok terus kami perjuangkan sehingga mendapatkan perhatian yang lebih besar dari pemerintah pusat,” ungkapnya.

