Negara-negara yang selama ini menjadi lumbung juara di ajang-ajang internasional seperti Asian Games dan Olimpiade, telah mempersiapkan atlet mereka sejak usia dini melalui sistem pembinaan berkelanjutan dan kompetisi yang terstruktur.
Anindya menjelaskan, pihaknya juga telah menyusun peta jalan (road map) pengembangan olahraga akuatik yang diselaraskan dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), yang menjadi acuan pemerintah dalam pembangunan olahraga nasional.
Menurutnya, dukungan pendanaan tidak hanya diperlukan untuk program pemusatan latihan nasional (Pelatnas), tetapi juga untuk pembibitan dan pembinaan atlet di setiap cabang olahraga. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan regenerasi atlet nasional.
“Bukan hanya untuk pelatnas saja, masing-masing cabang olahraga juga membutuhkan dukungan pendanaan untuk melakukan pembibitan dan pembinaan,” katanya.
Lebih lanjut, Anindya optimistis, dengan sistem pembinaan yang kuat sejak usia dini serta dukungan pemerintah melalui skema pendanaan jangka panjang, Indonesia akan mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama bangsa di pentas global.

