“Memang ada beasiswa BPI, tapi karena persaingannya dengan bersaing bebas itu agak sulit. Bertarungnya itu agak sulit. Nah, apakah kemudian sudah terpikirkan untuk membantu dosen-dosen yang dari daerah-daerah kalau dibilang termarjinalkan,” ujar legislator Dapil Bengkulu itu.
Menurutnya, dosen dari perguruan tinggi di luar pusat pendidikan utama kerap memiliki peluang lebih kecil ketika harus bersaing secara langsung dengan dosen dari kampus besar yang memiliki akses lebih kuat terhadap sumber daya akademik, jejaring riset maupun rekam jejak institusi yang lebih mapan.
Karena itu, Dewi berharap adanya kemungkinan kebijakan afirmatif dalam program pengembangan kapasitas dosen agar pemerataan kualitas pendidikan tinggi dapat diwujudkan secara lebih adil di seluruh Indonesia.
“Itu kan termarjinalkan. Apakah ada affirmative action untuk itu, sehingga nanti pendidikan perguruan tinggi ini akan merata di seluruh Indonesia. Ini adalah bantuan kita untuk meningkatkan pendidikan yang merata,” tegas politisi Fraksi PAN itu.
