Sementara itu Nanik menyampaikan efisiensi yang dilakukan akan melalui berbagai langkah, termasuk penghentian operasional pada hari libur dan penataan pelaksanaan program, telah menghasilkan penghematan sekitar Rp46 triliun.
Dengan tambahan kebijakan efisiensi lainnya hingga akhir tahun, ungkapnya, total penghematan diproyeksikan mencapai sekitar Rp70 triliun.
Menanggapi kembali, Dasco mengingatkan usaha ini harus diiringi dengan komitmen pemerintah dalam memperbaiki tata kelola anggaran. Pun, pihaknya akan terus menjalankan fungsi pengawasannya agar setiap rupiah anggaran negara benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat.
Dasco juga menekankan BGN supaya menertibkan dapur-dapur yang tidak memenuhi kebutuhan riil di lapangan serta melakukan penyisiran terhadap penerima manfaat agar program tepat sasaran.
Sebab, berdasarkan informasi yang diterimanya, keberadaan dapur yang melebihi kebutuhan dapat menimbulkan pemborosan anggaran hingga sekitar Rp1 triliun setiap bulan sehingga penataan menjadi langkah penting untuk menjaga efisiensi program.

