Ia menambahkan, situasi berangsur kondusif setelah dokter lain memberikan penjelasan bahwa darah pasien tidak terkontaminasi bisa ular dan serum antibisa memang tidak tersedia.
Senada, Norbertus Tubani mengatakan dirinya bersama keluarga telah menyampaikan permohonan maaf kepada Direktur RS Leona, dokter, dan tenaga kesehatan yang bertugas di IGD. Ia juga menyebut kondisi pasien telah membaik setelah menjalani perawatan selama tiga hari dan kini telah kembali ke rumah.
Menanggapi peristiwa tersebut, Bupati Timor Tengah Utara Yosep Falentinus Delasalle Kebo menyatakan Pemerintah Kabupaten TTU mendukung langkah hukum yang akan ditempuh keluarga apabila diperlukan.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak ingin peristiwa serupa menimbulkan rasa takut bagi tenaga medis yang bertugas di wilayah TTU. Pemkab juga berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi para dokter, mengingat daerah tersebut masih membutuhkan lebih banyak tenaga kesehatan.
Hingga saat ini, penyebab pasti meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni masih menunggu hasil pemeriksaan medis. Sementara dugaan intimidasi yang mencuat juga masih menjadi perhatian berbagai pihak dan belum terdapat kesimpulan resmi dari aparat penegak hukum.(Vinolla)

