“Presiden selalu menegaskan dalam setiap kesempatan komitmennya untuk memberantas korupsi. Seharusnya para pembantunya memegang teguh apa yang menjadi komitmen itu dengan menjaga perilaku, integritas, kredibilitas, dan profesionalitasnya sebagai pembantu Presiden,” katanya.
Legislator Fraksi Partai NasDem tersebut secara khusus menanggapi kasus yang menjerat Kepala BGN dan jajarannya, serta penetapan tersangka terhadap Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam perkara yang berbeda. Menurutnya, kejadian tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut pejabat yang berada di lingkaran pemerintahan.
“DPR prihatin dan menyayangkan terkait berbagai kejadian yang akhir-akhir ini terjadi. Dalam waktu yang bersamaan kita mendapatkan kenyataan bahwa baik Wakil Menteri maupun Kepala BGN dan jajarannya terjerat berbagai masalah hukum,” tegasnya.
Saan menilai kasus-kasus tersebut tidak boleh dipandang sebagai persoalan individual semata, melainkan harus menjadi momentum bagi seluruh institusi pemerintah untuk memperkuat tata kelola dan sistem pengawasan internal. Dengan demikian, potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini.
