Menurut Cellica, stabilitas ekonomi dan pembangunan tersebut bisa diraih karena masyarakat Salatiga yang terdiri dari sekitar 30 etnis mampu hidup berdampingan secara damai dan kompak. Kondisi lingkungan yang aman dan kondusif inilah yang membuat roda perekonomian dan program pemerintah daerah berjalan optimal.
“Masyarakatnya guyub, masyarakatnya kompak, konsisten, komitmen untuk menjaga keberagaman baik dari etnis karena ada tiga puluh etnis di kota Salatiga ini. Ini memberikan salah satu alasan kenapa indeks pembangunan manusia dan juga pencapaian-pencapaian terbaiknya ini diraih oleh kota Salatiga karena ini sebagai kota toleran yang delapan kali berturut-turut,” tambah legislator tersebut.
Saat ditanya mengenai resep di balik bertahannya predikat tersebut, Cellica menegaskan bahwa capaian ini bukanlah hasil kerja instan atau kelompok tertentu saja, melainkan sinergi total dari akar rumput hingga pemangku kebijakan. Komitmen bersama ini menjadi motor penggerak utama yang menjaga iklim toleransi di Salatiga tetap konsisten.

