Selain menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan personel, Nurul menyampaikan bahwa proses alih teknologi dan perawatan (maintenance) pesawat tempur baru TNI AU berjalan tanpa kendala berarti. Menurutnya, setiap pengadaan pesawat tempur telah disertai mekanisme transfer teknologi dan pengetahuan dari pihak produsen.
“Pesawat-pesawat yang dibeli, yang datang ke sini, masalah spare part dan maintenance-nya biasanya dilakukan alih teknologi dan knowledge dari pihak pabriknya,” katanya.
Ia menjelaskan, personel TNI AU yang bertugas di bidang perawatan telah memperoleh pelatihan langsung dari produsen pesawat sehingga mampu beradaptasi dengan cepat terhadap teknologi baru. Perbedaan teknologi antara pesawat lama dan generasi terbaru dinilai tidak terlalu signifikan bagi para teknisi yang telah berpengalaman.
“Kalau pun ada teknologi baru, adaptasinya bisa cepat dilakukan. Tidak terlalu sulit karena mereka sudah terbiasa memegang peralatan termasuk pesawat-pesawat tempur yang ada,” tambahnya.

