“Secara spiritual, tanggal ini bermakna sebagai momentum introspeksi diri (muhasabah), hijrah menjadi pribadi yang lebih baik, dan harapan baru dalam meningkatkan kualitas ibadah,” ujar Fauzan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Politisi Fraksi Nasdem itu menjelaskan, Tahun Baru Islam memiliki makna historis yang kuat karena berangkat dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah yang menjadi tonggak penting perkembangan Islam. Selain menjadi penanda pergantian tahun Hijriah, Muharram juga termasuk satu dari empat bulan suci yang dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah.
Menurut Fauzan, spirit hijrah perlu dimaknai sebagai upaya berpindah dari kebiasaan buruk menuju kehidupan yang lebih baik. Momentum Tahun Baru Islam juga perlu dijadikan sarana memperkuat kepedulian sosial dan membangun resolusi hidup yang lebih bermakna.
“Satu (1) Muharram 1448 Hijriah adalah momentum penting bagi kita umat Islam untuk transformasi diri ke arah yang lebih baik, muhasabah atau evaluasi ibadah, dan memperkuat kepedulian sosial, serta menjadikannya sebagai titik tolak memulai resolusi hidup yang lebih bermakna di masa kini,” tutup legislator dapil NTB II itu. (Tim Redaksi)
