Menurutnya, arah pergerakan IHSG ke depan akan sangat dipengaruhi oleh stabilitas nilai tukar rupiah serta perkembangan imbal hasil obligasi pemerintah. Jika kondisi ini tetap terjaga, peluang masuknya kembali aliran modal asing ke pasar saham dan obligasi semakin terbuka.
Sementara itu, Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, mengingatkan bahwa penguatan rupiah tidak cukup hanya mengandalkan kenaikan suku bunga. Diperlukan koordinasi kebijakan yang kuat antara Bank Indonesia dan pemerintah, disiplin fiskal, serta kepastian arah kebijakan untuk menjaga kepercayaan pasar.
Jika faktor-faktor tersebut berjalan konsisten, stabilitas rupiah dan optimisme investor terhadap ekonomi Indonesia berpotensi terus menguat.

