Lio mengungkapkan dukungan dari pelatih dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut berperan besar dalam perkembangan performanya. Ia kini menargetkan tampil pada berbagai kejuaraan internasional kelompok usia, seperti SEA Youth Games dan Asian Youth Games.
Menurutnya, status sebagai pemegang rekor nasional menjadi modal berharga untuk mengejar kesempatan tersebut.
Tak ingin cepat berpuas diri, Lio terus menambah porsi latihan di luar program resmi. Selain menjalani latihan bersama tim, ia rutin melakukan jogging, latihan kebugaran, hingga senam ringan secara mandiri untuk menjaga kondisi fisik.
“Kadang jogging serta melakukan latihan kebugaran dan senam ringan di kamar,” katanya.
Sementara itu, medali perak nomor lompat tinggi putra U18 diraih Elfaz Muara dari Jawa Barat dengan lompatan 1,81 meter, sedangkan medali perunggu menjadi milik rekan satu provinsinya, Alexander Benjamin, yang mencatatkan lompatan 1,70 meter.
Keberhasilan Lio Mema menjadi salah satu sorotan utama Kejurnas Atletik dan Indonesia U18 Open Championship Jakarta 2026. Rekor nasional yang berhasil dipecahkan menjadi sinyal positif bagi regenerasi atlet atletik Indonesia sekaligus harapan baru untuk prestasi Merah Putih di panggung internasional pada masa mendatang. (bam)

