Karena itu, ia meminta mahasiswa tidak perlu takut dengan TNI-Polri yang ingin mencegah.
“Ya apa boleh buat, polisinya toh, lalu Angkatan Daratnya. Terus saya tuh mikirnya begini… Mahasiswa itu masuk tidak sebagai warga negara Indonesia? Masuk! itu menunjukkan apa? Hati kalian itu tidak teguh! Jadi mestinya jangan takut. Kalau iya ya iya, kalau tidak ya tidak,” bebernya.
Bahkan, dengan gaya khasnya yang blak-blakan, Megawati menantang balik pihak kepolisian jika kritikannya kali ini dianggap bermasalah.
“Nah, saya berani ngomong gini, terus saya mau ditangkap? Ayo! Mana di sini ada polisi? Panggil sini!” katanya
Sebelumnya, gelombang protes yang melibatkan mahasiswa dari BEM UI, Universitas Pancasila, hingga Institut Pertanian Bogor (IPB) sedianya berpusat di ikon ibu kota, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
Namun, mereka tidak dapat mencapai lokasi yang dituju dan tertahan di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Plaza UOB, akibat pengamanan aparat.
Mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Beberapa di antaranya berkaitan dengan efisiensi penggunaan anggaran negara, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, penghentian program Makan Bergizi Gratis serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, penolakan keterlibatan militer di ranah sipil, serta desakan agar Prabowo mengakui sejumlah kekeliruan dalam kebijakan pemerintah. (far)

