Pada kesempatan itu, Mendagri juga mengapresiasi jajaran pimpinan Komisi II DPR RI yang mendukung penyelenggaraan penghargaan tersebut. Ia memastikan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan di enam regional sebagai bagian dari upaya Kemendagri mendorong peningkatan kinerja Pemda.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan implementasi pendekatan “stick and carrot”, yakni pemberian penghargaan bagi daerah berprestasi sekaligus dorongan bagi daerah lain untuk terus memperbaiki kinerjanya.
Terkait mekanisme penilaian, Mendagri menegaskan bahwa data yang digunakan berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Karena itu, proses penilaian diyakini berlangsung secara akuntabel dan transparan.
“Jadi ngambil data itu aja udah ketahuan daerah mana yang bisa mengendalikan inflasi, yang relatif terjaga baik. Pengangguran juga ada datanya di BPS. Kemudian untuk kemiskinan sama, ada di BPS juga, bisa kelihatan mana daerah-daerah yang naik turun. Kemudian untuk creative financing itu diambil dari SIPD,” imbuhnya.

