“PT Pos Indonesia memiliki kekuatan besar berupa jaringan yang menjangkau wilayah yang tidak tersentuh swasta. Tetapi di sisi lain, pangsa pasar di segmen ritel komersial urban terus menghadapi tekanan yang berat. Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan nama besar masa lalu. PT Pos Indonesia harus lebih lincah, lebih efisien, dan lebih digital untuk merebut kembali kepercayaan pasar,” tegasnya.
Komisi VI lanjutnya, menaruh harapan besar kepada manajemen PT Pos Indonesia untuk menjadikan perusahaan semakin relevan dan mampu menjadi pilihan utama masyarakat dalam layanan logistik nasional. “PT Pos ini sebenarnya sangat menarik. Tinggal bagaimana di bawah kepemimpinan Direktur Utama saat ini mampu mengubah PT Pos menjadi perusahaan yang benar-benar menjadi magnet bagi masyarakat untuk berbagai layanan logistik,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Anggia secara khusus juga meminta PT Pos Indonesia untuk kembali fokus pada bisnis inti atau core business perusahaan, yakni sektor logistik. Menurutnya, logistik merupakan sektor yang memiliki prospek besar sekaligus memiliki nilai pelayanan publik yang sangat penting.

