“Karena masih menunggu pembersihan yang dilakukan tim Jibom Gegana maka olah TKP juga belum dilakukan. Penyidik belum melakukan olah TKP karena masih menunggu tim Jibom melakukan sterilisasi kawasan itu dan menyatakan bebas dari bahan peledak,” ujarnya.
Sebelumnya, ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II terjadi di Kompleks Perikanan, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.45 WIT.
Insiden tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia, yakni Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), dan Isril Raubaba (5).
Selain menewaskan lima orang, ledakan juga menyebabkan tiga orang dilaporkan hilang, 19 orang mengalami luka-luka, serta merusak sembilan rumah yang dihuni 10 kepala keluarga dengan total 55 jiwa.
Saat ini seluruh warga terdampak masih berada di lokasi pengungsian sementara yang disediakan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor sambil menunggu kondisi kawasan dinyatakan aman oleh petugas.
