Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Orang Tua Disabilitas, Sifra Rajut Cita-cita di Sekolah Rakyat Kupang NTT
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Nasional > Orang Tua Disabilitas, Sifra Rajut Cita-cita di Sekolah Rakyat Kupang NTT
Nasional

Orang Tua Disabilitas, Sifra Rajut Cita-cita di Sekolah Rakyat Kupang NTT

Iqbal
Iqbal Published 13 Jun 2026, 17:59
Share
4 Min Read
sifya
SHARE
IPOL.ID – Sifra Takain hidup bersama orangtua disabilitas. Semangat hidupnya kembali bangkit setelah menjadi salah satu siswi di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sifra, sapaan akrabnya bersama ayah dan ibunya, Maskrim Takain (39) dan Tapui Aksamina Lobang (40) selama ini tinggal di Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang. Kedua orangtuanya mengalami kebutaan atau tunanetra.
Kondisi itu dialami oleh orangtuanya sejak Sifra lahir 13 tahun lalu. Dia bercerita, ayah dan ibunya sebenarnya terlahir dengan fisik yang normal tanpa kekurangan apapun. Namun, saat kecil, Maskrim, sang ayah menderita suatu penyakit yang menggerogoti tubuhnya hingga menyebabkan kebutaan. Tetapi, ia juga tidak tahu pasti nama penyakit tersebut.
“Organ dalamnya luka, tapi tidak tahu penyebabnya sampai luar badan juga luka. Terakhir sampai merambat di mata, jadinya buta. Kalau penyebab mama buta, saya kurang tahu,” kata Sifra.
Maskrim sempat dibawa ke dokter untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, upaya itu terlambat dilakukan karena penyakitnya sudah kronis.
“Dokter bilang sudah terlanjur parah dari dalam, jadi sudah terlambat. Dikasih obat, tapi tidak bisa (menyembuhkan),” ungkap Sifra.
Keadaan ini membuat kedua orangtuanya cukup kesulitan mendapatkan pekerjaan. Keluarga Sifra pun setiap hari hanya mampu beraktivitas membersihkan rumah opa dan omanya yang berada di satu desa.
Orangtua Sifra mencuci, menyapu, hingga menimba air dari sumur. Keduanya juga turut membantu menjaga kios sembako milik opa dan omanya.
Dari seluruh pekerjaan itu, Soleman Takain, opa Sifra memberikan upah dalam bentuk uang maupun beras dan sembako lainnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. “Sehari-hari dapat uang dari opa. Kalau tidak dari opa, terima (bantuan) dari PKH (Program Keluarga Harapan),” ujar Sifra.
Selain mengandalkan bantuan pemerintah dan keluarga, orang tua Sifra juga membuka usaha pijat refleksi di rumahnya. Penghasilan dari pijat tunanetra tidak menentu. Bahkan, terkadang jasa mereka tidak dibayar oleh pelanggan. Padahal Maskrim dan Aksamina tidak menetapkan nominal tarif maupun durasi pijat.
“Kadang ada yang bayar Rp 50 ribu, kadang juga ada yang tidak bayar,” jelas Sifra.
Kondisi fisik kedua orangtuanya menjadi motivasi Sifra untuk bercita-cita menjadi seorang dokter. Ia ingin kelak dapat membantu banyak orang sakit dalam mendapatkan penanganan medis.
“Mau jadi dokter supaya bisa merawat orang yang sakit,” ucap Sifra dengan penuh harap dan senyum yang merekah.
Kini, Sifra sedang mengejar mimpinya di SRMP 19 Kupang. Di sekolah berkonsep asrama ini, dia dapat menimba ilmu dengan tenang dan nyaman tanpa perlu mengkhawatirkan biaya.
Di sekolah tersebut, seluruh kebutuhan para siswa juga ditanggung oleh negara. Mulai dari seragam, sepatu, tas, makanan, hingga perlengkapan sekolah lainnya.
Berbagai fasilitas dengan kualitas yang mumpuni juga disediakan di Sekolah Rakyat, seperti perpustakaan, laboratorium sains, laboratorium komputer, lapangan olahraga, serta tempat ibadah.
Sifra mengaku senang bisa bersekolah di SRMP 19 Kupang karena bisa mempelajari banyak hal baru, salah satunya mata pelajaran coding. Anak sulung dari tiga bersaudara ini juga aktif mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Mulai dari taekwondo, Pramuka, futsal, jurnalistik, hingga paduan suara.
“Terima kasih Bapak Presiden (Presiden Prabowo Subianto) karena sudah membuka Sekolah Rakyat bagi kami keluarga yang tidak mampu,” katanya. (ahmad)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: disabilitas, kupang., NTT, orang tua, Sekolah Rakyat
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article ANNOL Kado HUT Jakarta! Masuk Ancol Gratis Khusus Pemilik KTP DKI
Next Article kemasan bungkus rokok seragam Demi Generasi Muda, Kemenkes Godok Aturan Kemasan Bungkus Rokok Seragam

TERPOPULER

TERPOPULER
Mlatiwangi, UMKM tas serat alam asal Kota Semarang yang berdiri sejak 2017 dan kini produknya telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia hingga pasar mancanegara. Foto: Dok BRI
Ekonomi

Berawal dari Pesanan Kerabat di Amsterdam, Mlatiwangi Kembangkan Tas Serat Alam hingga Tembus Pasar Internasional Berkat LinkUMKM BRI

Hukum
Tersangka Korupsi MBG Ajukan JC, Begini Respon Pengamat
13 Jun 2026, 14:43
Nasional
Proyek Mega Prison X Reformasi Hukum Pidana Nasional, Komisi XIII Minta Evaluasi
13 Jun 2026, 07:58
Hukum
Periksa Iskandar Sitorus, KPK Dalami Dugaan Obstruction Of Justice Dalam Perkara Korupsi di Ditjen Bea Cukai
13 Jun 2026, 10:40
Tekno/Science
PLN Terus Dukung Ekosistem Digital Nasional, Listriki Data Center Hingga 2×725 MVA untuk Digital Edge Indonesia
13 Jun 2026, 14:17
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?