“Lamine adalah pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan dalam satu momen. Tapi kami harus berhati-hati. Ini tentang perjalanan panjang di turnamen, bukan hanya satu pertandingan,” ujar De la Fuente seperti dikutip FIFA.
Pada laga perdana melawan Tanjung Verde, Spanyol tampil dominan dalam penguasaan bola, tetapi gagal mengonversi peluang menjadi gol. Minimnya efektivitas di lini depan membuat kebutuhan akan sosok pembeda seperti Yamal semakin terasa.
Sementara itu, Arab Saudi datang dengan modal yang tak bisa dipandang sebelah mata. Tim asuhan Georgios Donis berada dalam kondisi lebih ideal karena seluruh pemain utama siap tampil. Kepercayaan diri mereka juga meningkat setelah sukses menahan Uruguay 1-1 pada pertandingan pertama.
Dengan skuad yang komplet, Arab Saudi diprediksi tetap mengandalkan pertahanan disiplin dan serangan balik cepat, namun berpotensi tampil lebih agresif untuk menekan Spanyol yang masih mencari ritme permainan terbaik.
Laga ini pun diperkirakan menjadi pertarungan antara kualitas individu dan kedalaman strategi. Spanyol harus cermat mengelola menit bermain Yamal tanpa kehilangan daya serang, sementara Arab Saudi berupaya memanfaatkan setiap celah untuk menciptakan kejutan.

