Lebih lanjut, Anton menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan riset dan inovasi pertahanan nasional sangat ditentukan oleh dua faktor utama, yakni ketersediaan SDM yang unggul dan dukungan anggaran yang memadai.
“Yang pertama SDM-nya, yang kedua anggarannya. Dua-duanya harus ada agar hasil riset dan inovasi dapat dimanfaatkan untuk pengembangan alutsista nasional,” pungkasnya. (Tim Redaksi)

