Dalam kesempatan itu, Sudaryono juga menanggapi kritik mahasiswa terkait persoalan pertanahan dan dugaan penggusuran. Ia menyatakan siap melakukan verifikasi langsung terhadap laporan yang disampaikan.
Kalau memang ada persoalan di lapangan, mari kita cek bersama. Pemerintah terbuka terhadap masukan dan kritik untuk perbaikan,” katanya.
Menutup pernyataannya, Sudaryono menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa yang hadir dengan niat berdiskusi namun tidak dapat mengikuti forum secara maksimal akibat situasi yang terjadi.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat sebagai bagian dari praktik demokrasi yang sehat. (bam)

