“Kami menerima laporan adanya sarang tawon vespa yang berada di rumah warga dan lokasinya berdekatan dengan tempat hajatan. Karena dikhawatirkan membahayakan pengantin, kru organ tunggal, serta tamu undangan, kami langsung menerjunkan tim untuk melakukan evakuasi,” kata Rully, Rabu (10/6/2026).
Menurut keterangan warga, resepsi pernikahan saat itu menghadirkan hiburan organ tunggal dengan volume suara yang cukup keras. Getaran dan dentuman bass diduga membuat koloni tawon terusik sehingga mulai keluar dari sarangnya.
Mendapat laporan tersebut, Tim Regu 2 Damkarmat Lampung Selatan berangkat menuju lokasi pada pukul 09.20 WIB dan tiba sekitar 15 menit kemudian. Petugas kemudian melakukan penanganan secara hati-hati hingga sarang tawon berhasil dievakuasi dan diamankan pada pukul 10.40 WIB.
“Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar. Tidak ada korban sengatan tawon dan kegiatan hajatan dapat berlangsung dengan aman,” ujarnya.
Rully mengimbau masyarakat untuk tidak mengevakuasi sarang tawon secara mandiri, terutama yang berukuran besar dan berada di area permukiman. Warga diminta segera melapor kepada petugas apabila menemukan kondisi serupa yang berpotensi mengancam keselamatan.
