Pada Maret 2026, ia menjalani pemeriksaan USG transvaginal. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kista ovarium berukuran sekitar 29 sentimeter. Pemeriksaan lanjutan menggunakan MRI pada April 2026 memperlihatkan ukuran massa tersebut mencapai sekitar 23 x 29 sentimeter.
Dokter kemudian menyarankan tindakan operasi karena ukuran kista yang sudah sangat besar dan berisiko menimbulkan komplikasi.
Berdasarkan penjelasan tim medis, kista ovarium yang dialami Siti diduga berkaitan dengan faktor hormonal. Kista ovarium sendiri merupakan kantung berisi cairan yang tumbuh di dalam atau permukaan ovarium.
Sebagian besar kista ovarium bersifat jinak dan dapat mengecil atau hilang dengan sendirinya. Namun dalam beberapa kasus, kista dapat terus membesar hingga menyebabkan nyeri panggul, rasa penuh di perut, hingga pembesaran perut yang menyerupai kenaikan berat badan. (Vinolla)
