Lebih jauh Candra berharap, semakin banyak pihak terlibat dalam pembinaan bulutangkis agar regenerasi pemain ganda terus berjalan. Candra juga menginginkan kualitas turnamen terus meningkat sehingga persaingan antarklub menjadi lebih menarik.
“Semua ini saya lakukan agar regenerasi di nomor ganda tetap berjalan demi menjadikan bulutangkis Indonesia kembali disegani di seluruh dunia. Semoga tahun depan turnamen ini terus digelar dengan dukungan dari banyak pihak termasuk klub-klub yang ada di Indonesia,” ujar Candra.
Sementara itu mantan pebulutangkis spealis ganda putri Indonesia, Rosiana Tendean menilai turnamen khusus nomor ganda usia dini menjadi salah satu tolok ukur penting dalam pembinaan bulutangkis nasional. Menurutnya, ajang tersebut dapat membantu memetakan kekuatan sektor ganda sekaligus menjaring pemain-pemain potensial sejak dini.
“Turnamen ini menjadi salah satu barometer pembinaan untuk nomor ganda. Dari sini kita bisa melihat pemain-pemain yang memiliki potensi untuk menjadi andalan Indonesia di masa depan,” ujar Rosiana.
