“Usia 80 tahun bukan sekadar pencapaian, melainkan amanah untuk terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui logo HUT ke-80, kami ingin menghadirkan interpretasi yang lebih humanis mengenai bagaimana nilai pengabdian BNI hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia,” ujar Putrama dalam keterangan tertulis.
*Putrama menjelaskan, perjalanan BNI tidak dapat dilepaskan dari sejarah pendiriannya pada 5 Juli 1946, ketika Indonesia tengah membangun fondasi pemerintahan dan kedaulatan ekonomi setelah merdeka. Dalam situasi tersebut, R.M. Margono Djojohadikusumo menggagas berdirinya bank milik bangsa sendiri sebagai bagian dari upaya memperkuat harga diri ekonomi Indonesia.*
*”BNI lahir dari semangat perjuangan dan keyakinan bahwa bangsa ini membutuhkan bank sendiri. Sejak awal, BNI bukan hanya hadir untuk menjalankan fungsi perbankan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyusun harga diri ekonomi Indonesia,” kata Putrama.*
*Sebagai bank pertama milik Republik Indonesia, BNI turut berperan dalam penerbitan Oeang Republik Indonesia (ORI) sebagai simbol kedaulatan ekonomi bangsa. Sejak saat itu, BNI terus tumbuh mengikuti perjalanan Indonesia dan menjaga semangat pengabdian tersebut dalam layanan kepada masyarakat.*

