Berdasarkan penyelidikan polisi, insiden bermula ketika pelaku mendapati tunangannya sedang bersama korban di sebuah rumah kos. Saat itu pelaku memilih menghindari keributan dan langsung mengantar tunangannya pulang ke rumah.
Namun persoalan tidak berhenti di situ. Korban disebut mengikuti pelaku hingga ke tempat kerjanya sambil melontarkan kata-kata yang dianggap sebagai tantangan. Situasi tersebut membuat emosi pelaku memuncak.
Dalam kondisi tersulut amarah, pelaku mengambil samurai lalu melemparkannya ke arah korban yang berusaha menyelamatkan diri. Senjata tajam itu mengenai bagian pinggang belakang korban hingga menyebabkan luka serius.
Korban kemudian dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Akibat luka bacok yang dideritanya, korban harus menjalani tindakan penjahitan sebanyak 12 jahitan.
Namun dihadapan penyidik, Adi Yusuf mengaku sudah lama menyimpan rasa kesal terhadap korban. Ia menilai korban berulang kali mendekati dan mengganggu tunangannya meski telah diperingatkan.
