Menurut Alex, penelitian Coelacanth di Indonesia telah berlangsung lebih dari dua dekade. Sejak dimulai pada 2004, tim peneliti telah mengidentifikasi sedikitnya 52 individu Coelacanth di perairan Indonesia, serta empat individu di Afrika Selatan melalui kolaborasi internasional. Berbagai ekspedisi dilakukan untuk mengungkap habitat, sebaran, dan karakteristik biologis spesies tersebut.
“Selama 20 tahun penelitian, kami terus berupaya memahami kehidupan Coelacanth di habitat alaminya. Temuan-temuan terbaru menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam upaya konservasi spesies ini,” ujar Alex.
Salah satu pencapaian terpenting diperoleh melalui ekspedisi kolaboratif BRIN, OceanX, dan NHK yang kembali mengeksplorasi gua bawah laut di Pulau Talise. Lokasi yang pertama kali diteliti pada 2009 itu sebelumnya hanya mencatat empat individu Coelacanth. Pada survei terbaru, tim berhasil mendokumentasikan 18 individu, termasuk 11 ekor yang ditemukan hidup dalam satu gua.
Temuan tersebut menjadi catatan penting dalam sejarah penelitian Coelacanth di Indonesia karena memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai pemanfaatan habitat oleh spesies tersebut. Tim peneliti juga mendokumentasikan seekor Coelacanth juvenil berukuran sekitar 26 sentimeter di Teluk Amurang, yang memberikan petunjuk baru mengenai proses reproduksi dan keberlanjutan populasinya.
