Lebih lanjut ia menjelaskan, apabila terdapat hambatan dalam hubungan antarpemerintah, ia menegaskan bahwa GKSB berupaya membuka berbagai terobosan melalui jalur diplomasi parlemen. Adapun jika hubungan bilateral telah terjalin dengan baik, maka GKSB akan terus memperkuat kemitraan tersebut.
Ia menambahkan, kunjungan delegasi Parlemen Turki yang bertemu dengan Komisi VIII DPR RI menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antarlembaga legislatif. Melalui diplomasi parlemen tersebut, lanjutnya, GKSB berharap kerja sama Indonesia dan Turki terus berkembang di berbagai sektor.
“Karena itu dengan senang hati ketika rombongan parlemen Turki datang ke Indonesia, Ketemu dengan Komisi VIII, ini sesuai dengan bidang perempuan yang menjadi perhatian dari rombongan dari Turki. Harapannya tentu untuk kepentingan Indonesia, memajukan ekonomi kita, memajukan pendidikan kita, budaya kita dan lain sebagainya. Dan bersama-sama dengan negara sahabat seperti Turki,” pungkasnya.
Senada dengan itu, Ketua Komisi Kesetaraan Peluang bagi Perempuan dan Laki-laki Parlemen Turki, Çiğdem Erdoğan, mengatakan hubungan baik yang telah terjalin antara Indonesia dan Turki perlu terus diperkuat melalui kerja sama antarlembaga parlemen.

