Ia mengakui terdapat dua poin yang menjadi sorotan publik, yakni pernyataannya mengenai hubungan antara uang dan nilai seseorang serta penyebutannya terhadap mayoritas pengguna media sosial sebagai lingkungan yang toxic.
“To be honest, aku nggak pernah bermaksud ke sana, tapi konten kadang asumsinya ke sana. Aku nggak ada pembelaan sedikit pun, aku minta maaf dari sisi itu,” katanya.
Di tengah polemik tersebut, Endang juga menyoroti munculnya berbagai tuduhan yang menyerang kehidupan pribadi maupun bisnisnya. Salah satunya adalah tudingan bahwa dirinya merupakan seorang penipu atau scammer.
Menurut Endang, tuduhan tersebut merupakan fitnah yang tidak berdasar dan telah merugikan dirinya, keluarga, hingga tim yang bekerja bersamanya.
“Fitnahnya terlalu keji, rumornya terlalu menyebar luas yang aku nggak bisa bener-bener handle. Banyak rumor yang bilang bahwa aku scammer dan merugikan beberapa pihak,” tegasnya.
Meski demikian, Endang menegaskan dirinya terbuka apabila ada pihak yang benar-benar merasa dirugikan dan memiliki bukti yang sah. Ia bahkan mempersilakan persoalan tersebut ditempuh melalui jalur hukum.
