Pelatih Sahabat Semarang, Andini Nabila, mengakui timnya sempat mengalami kesulitan pada awal pertandingan akibat faktor mental.
“Tantangan terbesar hari ini ada di mental. Di awal pertandingan anak-anak sedikit nervous. Saat mendapat tekanan di area atas mereka sempat panik, tetapi perlahan bisa mengatasinya,” ujarnya.
Menurut Andini, Sahabat tetap berusaha mempertahankan identitas permainan tanpa terlalu banyak menyesuaikan diri dengan karakter lawan.
“Kami tetap bermain dengan karakter yang kami miliki. Itu yang terus kami tekankan kepada anak-anak,” katanya.
Menatap partai final, aspek mental kembali menjadi perhatian utama tim pelatih agar para pemain tidak cepat merasa puas setelah lolos dari semifinal.
“Yang paling kami waspadai adalah mental. Anak-anak tidak boleh cepat puas. Kami akan mengevaluasi pertandingan hari ini supaya bisa tampil lebih baik di final,” tutupnya.
Kemenangan ini mengantarkan Sahabat Semarang kembali ke partai final Kejurnas 2026 kategori U16 putri. Sebagai juara bertahan, Sahabat kini berpeluang mempertahankan gelar dan akan menghadapi pemenang semifinal lainnya dalam perebutan trofi juara.

