Meski Balogun pada akhirnya diizinkan bermain oleh FIFA, Garcia menilai sang penyerang sama sekali tidak memberikan kontribusi berarti berkat kedisiplinan taktik lini belakang Belgia.
“Dia Folarin Balogun tidak memberikan dampak apa pun dalam pertandingan. Awalnya saya sempat tidak senang [dengan keputusan FIFA], tetapi setelah 15 menit pertama berjalan, saya tahu dia tidak akan menjadi ancaman bagi kami,” lanjut pelatih berusia 62 tahun itu.
Terlepas dari ketegangan politik di luar lapangan, Garcia mengaku sangat bangga dengan performa luar biasa yang ditunjukkan Kevin De Bruyne dan kawan-kawan demi menyegel tiket ke babak perempat final.
Ia juga mempersembahkan kemenangan ini secara khusus untuk seluruh masyarakat Belgia yang rela terjaga hingga dini hari, serta untuk sang gelandang, Amadou Onana, yang dibekap cedera parah di tengah laga kontra AS.
“Saya rasa saat ini sudah jam 4 pagi di Belgia. Kepada semua orang yang bangkit di tengah malam untuk mendukung kami, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Mereka harus merasa bahagia dan bangga kepada para pemain hari ini. Kami menunjukkan bahwa Belgia adalah negara sepak bola yang besar,” tutur Garcia.

