“Pencapaian ini menunjukkan bahwa Jakarta tetap menjadi tujuan utama investasi di Indonesia. Kepercayaan investor yang terus meningkat merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, didukung arah kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono yang menempatkan kemudahan investasi dan pelayanan publik sebagai prioritas pembangunan,” ujar Heru di Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Pada Triwulan II 2026, realisasi PMDN Jakarta mencapai Rp58,6 triliun atau tertinggi secara nasional dengan kontribusi 23,1 persen terhadap total PMDN Indonesia. Sementara itu, realisasi PMA mencapai Rp36,3 triliun dan menempatkan Jakarta di peringkat kedua nasional dengan kontribusi 14,1 persen terhadap total PMA.
Secara kumulatif, realisasi investasi Jakarta sepanjang Semester I 2026 mencapai Rp173,6 triliun, terdiri atas PMDN sebesar Rp106,5 triliun dan PMA senilai Rp67,1 triliun.
Capaian tersebut menempatkan Jakarta di posisi teratas nasional, melampaui Jawa Barat yang membukukan realisasi investasi sebesar Rp138,1 triliun pada periode yang sama. Dengan selisih Rp35,5 triliun, Jakarta kembali mengukuhkan diri sebagai magnet investasi terbesar di Indonesia.
