“Marilah bersama-sama kita jaga dan rawat rumah Allah yang ada di wilayah Kalibata City. Barang siapa yang jaga dan merawat rumah Allah di muka bumi, maka dia termasuk dalam golongan tamu-tamu Allah,” ucap KH Ma’mun.
Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga situasi yang kondusif di tengah pluralisme masyarakat.
“Kita harus bangga ketika bangsa dan negara kita maju. Sebaliknya, kita harus merasa terganggu bila bangsa dan negara mengalami gangguan. Mari kita jaga keutuhan, kedamaian, dan kondusivitas bersama dari lingkungan terkecil kita di sini,” tambahnya.
Rangkaian acara ditutup senyuman lega dari para Ibu usai mengikuti pemeriksaan Pap Smear, tawa berani sekitar 60 anak peserta khitanan, serta sekitar 200 kantong darah terisi penuh oleh ketulusan warga Kalibata City.
Rangkaian kegiatan itu membuktikan bahwa di tengah padatnya kehidupan kota, nadi kemanusiaan dan kepedulian sosial di Kalibata City tetap berdenyut kencang. (Joesvicar Iqbal)

