“Dengan meningkatkan kerja sama teknis dan membangun rasa saling percaya, kita dapat memperkuat peran metrologi dalam mendukung perdagangan yang adil, perlindungan konsumen, serta inovasi untuk pembangunan berkelanjutan,” ujar Kristianto.
Ia menambahkan bahwa melalui partisipasi aktif dalam APMP, BSN terus memperkuat ketertelusuran pengukuran nasional ke Sistem Satuan Internasional (SI), sehingga hasil pengukuran Indonesia diakui dan dipercaya secara global.
Komitmen Indonesia dalam mengawal keandalan sistem pengukuran global juga dibuktikan melalui kapasitas infrastruktur metrologinya yang mumpuni. Hingga saat ini, BSN mencatatkan 165 kemampuan pengukuran dan kalibrasi (Calibration and Measurement Capabilities (CMC)) yang diakui secara internasional. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia pada posisi ketiga di Asia Tenggara dan menjadi modal penting agar hasil pengukuran nasional memperoleh pengakuan internasional sehingga mendukung kelancaran perdagangan lintas negara.
Selain itu, guna memastikan kebutuhan industri domestik terpenuhi di tengah transisi ekonomi hijau, sepanjang tahun 2025 BSN telah menerbitkan sebanyak 2.549 sertifikat kalibrasi untuk berbagai sektor strategis.
