“Dari kawasan transmigrasi Sulawesi Tengah, ada transmigran yang menjalankan produk kopi dan coklat rumahan yang produknya bisa dibanggakan. Produk rumahan itu kerap dijadikan oleh-oleh,” tambahnya.
Produk unggulan juga sudah diekspor ke China, Amerika Serikat, dan negara lainnya. Nilainya menurut Viva Yoga sangat tinggi, ekspor 459 ton nilai Rp42,5 miliar.
“Bapak Menteri Transmigrasi secara resmi telah mengekspor durian dari kawasan di Sulawesi Tengah ke China,” ungkapnya.
Dirinya juga menyatakan telah memfasilitasi ekspor rajungan ke Amerika Serikat dengan bobot sekitar 16 ton dengan nilai ekonomi Rp14 miliar – Rp15 miliar.
“Rajungan tersebut diambil dari kawasan transmigrasi yang ada di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Papua Barat,” ujarnya.
Disampaikan kepada delegasi Kadin, banyak potensi unggulan lain yang bisa diekspor namun perlu ada sentuhan investasi.
“Perlu ada investasi agar komoditas yang ada tidak stagnan,” ucapnya.
Untuk itu Viva Yoga mengajak Kadin melakukan investasi atau bisnis dengan berbagai skala di kawasan transmigrasi. Menurutnya organisasi dagang dan industri ini memiliki jaringan yang sangat luas, dari pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
