“Dengan berbagai pertimbangan teknis, karena pada saat itu juga di kita melakukan persiapan kunjungan-kunjungan kenegaraan di Indonesia dan beberapa pejabat kunci juga memiliki kesibukan yang tidak memungkinkan untuk ke sana,” ujarnya.
Namun situasi berubah setelah pemerintah memperoleh informasi pada 2 Juli bahwa otoritas Iran hanya memberikan akses ke dalam lokasi upacara bagi pejabat yang memiliki kedudukan di atas duta besar. Keterbatasan waktu membuat Indonesia tidak sempat mengubah komposisi delegasi.
“Kemudian kita mendapatkan konfirmasi bahwa eh pihak Iran hanya akan memberi akses kepada pejabat di atas dubes, pada tanggal 2 kalau saya tidak salah. Jadi kita juga tidak memiliki kesempatan untuk mengirimkan pengganti,” katanya.
Pemerintah kini berupaya memastikan kehadiran Indonesia pada prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026. Kementerian Luar Negeri masih menunggu konfirmasi dari pemerintah Iran mengenai waktu dan lokasi pelaksanaan upacara.

