“Anak-anak sebenarnya sudah sama-sama lelah. Dengan kondisi yang ada, saya bersyukur mereka masih bisa bermain maksimal. Saya yakin lawan juga mengalami kelelahan yang sama,” ujarnya.
Menurut Rifki, pertandingan mulai berada dalam kendali timnya sejak kuarter kedua, ketika rotasi pemain mulai memberikan pengaruh di lapangan.
“Sejak kuarter kedua saya mulai merasa pertandingan bisa kami kontrol. Saya yakin kedua tim sama-sama lelah, tetapi kami punya rotasi pemain yang lebih banyak sehingga tenaga anak-anak bisa lebih terjaga,” katanya.
Hal yang paling membanggakan bagi Rifki bukan hanya hasil akhir, melainkan cara para pemain menjaga ketenangan hingga pertandingan usai.
“Masih banyak yang harus dievaluasi, tetapi saya bangga karena anak-anak bisa tetap tenang, mengatur tempo permainan, dan bermain dengan nyaman sampai akhir pertandingan,” tutupnya.
Kemenangan ini memastikan Aras Gading Muda Jakarta menutup Kejurnas 2026 kategori U18 putra dengan meraih peringkat ketiga. Sementara itu, The Lion Surabaya harus puas mengakhiri turnamen di posisi keempat setelah perjuangannya terhenti pada laga perebutan tempat ketiga.
