Keaslian budaya Madura juga diperkuat melalui proses produksi. Dari sekitar 2.500 peserta open casting, hampir 90 persen pemeran berasal dari Madura atau memiliki keturunan Madura sehingga karakter yang dihadirkan terasa lebih autentik.
Produser Eksekutif David Suwarto mengatakan kolaborasi Sinemart dan Skak Studios kembali menghadirkan konsep cerita yang berbeda dari film Indonesia pada umumnya.
Menurutnya, Foufo menawarkan komedi khas Bayu Skak yang dipadukan dengan kisah emosional tentang hubungan anak dan ibu sehingga diharapkan mampu menghibur sekaligus menyentuh hati penonton.
Film ini dibintangi Tretan Muslim sebagai pemeran utama, didampingi Habib Ja’far, Siti Kam, Ade Bibi Perkurniyawan, Benedictus Siregar, Bambang Ceper, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifay Abdillah, Kiano, Han Otong, Rizki Bibir, dan DJ Rara.
Bagi Tretan Muslim, Foufo menjadi pengalaman baru karena untuk pertama kalinya ia dipercaya memerankan karakter utama dengan porsi drama yang kuat.
Selain melibatkan mayoritas pemain asli Madura, produksi film ini juga menggandeng Hompimpa Animation Studio asal Surabaya untuk menggarap karakter alien Foufo. Sekitar 120 animator lokal terlibat dalam proses tersebut sebagai upaya menghadirkan kualitas visual sekaligus menunjukkan kemampuan industri animasi Indonesia.

