Di sisi lain, Cicekli menolak anggapan bahwa pakaian yang dikenakannya tidak pantas. Ia menegaskan celana tersebut merupakan perlengkapan standar bagi pesepeda.
“Kami akan terus mengayuh. Saya seorang atlet yang menekuni olahraga layar, dayung, dan bersepeda. Pakaian yang saya kenakan adalah pakaian olahraga,” ungkap Cicekli.
Alih-alih meredam polemik, pencopotan Cicekli justru memicu simpati masyarakat Ardahan. Sebuah petisi yang meminta pemerintah mengembalikannya ke jabatan gubernur telah mengumpulkan lebih dari 10 ribu tanda tangan.
Para pendukung menilai Cicekli telah membawa sejumlah program positif di wilayah tersebut, mulai dari pengembangan olahraga, kegiatan kepemudaan, hingga promosi wisata sepeda.
Saat berpamitan dengan warga pada Rabu (22/7), Cicekli menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat yang selama ini mendukungnya.
“Saya yakin tidak mengecewakan mereka yang telah mempercayai dan mendampingi saya hingga saat ini. Bagi saya, itulah kehormatan terbesar,” ucap dia.
Dukungan itu juga terlihat ketika Cicekli meninggalkan Ardahan. Sejumlah komunitas pesepeda mengawal kendaraan yang ditumpanginya sebagai bentuk solidaritas terhadap mantan gubernur tersebut. (far)
