Berdasarkan hasil pendataan Unit Intel Kodim 0508/Kota Depok, pengendara diketahui bernama Syaiful Anwar, seorang karyawan swasta yang berdomisili di Jalan Stasiun Depok Lama, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.
Ginanjar juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas dan tidak menggunakan trotoar yang diperuntukkan bagi pejalan kaki.
“Aturan dibuat untuk menjaga ketertiban bersama. Apabila dilanggar dapat memberikan ketidaknyamanan bagi masyarakat lain dan bisa membahayakan diri sendiri,” ujarnya.
Sehari setelah videonya viral, Syaiful mengunggah video klarifikasi dan permintaan maaf melalui media sosial. Dalam pernyataannya, ia menegaskan dirinya bukan anggota TNI, melainkan bekerja sebagai marketing.
“Saya Syaiful Ahmad, pekerja marketing. Ingin mengklarifikasikan bahwa saya bukan anggota TNI, tetapi saya adalah warga biasa,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada institusi TNI karena telah membawa nama institusi tersebut saat cekcok berlangsung. Selain itu, Syaiful meminta maaf kepada para pejalan kaki karena telah menggunakan trotoar dengan sepeda motor dan melawan arah.

