“Ternyata komentar warganet sangat banyak. Videonya ditonton jutaan kali. Saya juga kaget karena sebelumnya konten drone untuk pekerjaan pertanian biasa saja responsnya,” ujarnya.
Ia menegaskan sosok yang tampak diangkut menggunakan drone bukan dirinya, melainkan kepala area yang juga merupakan mitra kerjanya.
Menurut Budianto, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian saat proses perekaman dilakukan. Pekerja diangkut satu per satu dengan proses lepas landas dan mendarat secara perlahan.
Meski demikian, ia menegaskan drone tersebut sejatinya tidak dirancang untuk mengangkut manusia. Karena itu, hanya pekerja yang bersedia yang ikut mencoba, sementara pekerja lainnya tetap berjalan kaki menuju lokasi perkebunan.
Budianto menjelaskan penggunaan drone di lahan perkebunannya berawal dari sulitnya akses menuju lokasi. Lahan yang berada di kawasan berlumpur dekat pantai itu tidak memiliki jalan yang memadai sehingga kendaraan konvensional sulit menjangkaunya.
“Karena tidak ada akses jalan, kami mencari solusi. Menggunakan helikopter tentu tidak memungkinkan karena perizinannya rumit, sehingga kami memanfaatkan drone pertanian berkapasitas besar,” katanya.

