Pemkab Melawi mengaku telah menghentikan penayangan video tersebut sesaat setelah mengetahui kejadian itu. Selain itu, pemerintah daerah juga tengah melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengungkap penyebab insiden sekaligus memperkuat sistem keamanan videotron agar kejadian serupa tidak terulang.
Meski demikian, pemerintah daerah belum menjelaskan secara rinci bagaimana pihak luar dapat mengakses sistem videotron maupun apakah terdapat kelalaian dalam pengelolaannya.
Pemkab Melawi kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat insiden tersebut. Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan rekaman maupun tangkapan layar yang memuat konten pornografi serta mengutamakan informasi dari sumber resmi guna menghindari penyebaran hoaks.(Vinolla)
